Minggu, 12 Mei 2019

Kegundahan Hati F

Sudah cukup lama tidak menuliskan kembali blog ini.

Ini adalah untuk reminder memory atau kenangan saja.


Beberapa waktu ini, saya kembali dekat dengan seseorang. Sebetulnya kami teman misi jg, dan sudah sering bersama, bareng sama V dan A jg. Tahun lalu, sempet mencoba deket jg sih, tapi respon dan emang dirasa belum waktunya, sehingga tidak dilanjutkan atau direspon lagi.

Kedekatan mulai terjalin dari sekitar 2 bulan yang lalu, saat itu saya mengajak dia ke RD saudara teman yg meninggal, namun dia bilang mau cari baju. Pada waktu itu sih, saya cuman celetukin aja, tar aja malam senin ktia cari baju nya. Awalnya saya cuman bercanda, dan tidak ada maksud apa2. Namun ternyata pada hari minggu nya, dia merespon dan bahkan menanyakan jadi atau tidak. Akhirnya itu adalah date awal kita kembali. kita belanja baju dan cari makan, serta saling sharing.

Juga ada moment, dia meminta ditemanin untuk belanja bunga, untuk saudaranya wisuda. Dalam momen ini, dia banyak sharing soal mantan2 nya juga.

Kedekatan lain adalah, saat dia minta ditemanin untuk belanja bulanan, kami pun belanja bareng untuk kebutuhan bulanan. Selain itu, mulai ada hubungan chat dan komunikasi jg. Sempat saya berharap dia bisa ikut ke tasik juga, untuk liburan sekaligus, melihat respon dari ortu, tetapi karena dadakan jg, jadinya tidak bisa.

Pada awal bulan Mei ini kami nonton film Avenger serta makan bersama jg, pada momen ini sih, dia ada tanya soal hubungan. ya aku sih bilang, mau coba mengenal dahulu aja. Namun pada momen ini pula, aku meng clone WA dia.

Selama minggu awal sih, tidak ada hal aneh dari WA nya, isinya kebanyakan soal pelayanan, serta pekerjaan di kantor, serta beberapa saudaranya yg meminjam uang jg. Dari sini pula, saya jadi mengetahui bahwa saat ini, dia memiliki suatu benjolan di darerah dada nya. Saya belum menanyakan detail lagi soal ini sih, tapi saya tau, dia pernah melakukan medical check up ke Lab.

Namun mulai ada kejadian pada minggu lalu, emang hampir seminggu dia sibuk, bahkan hari jumat pun, masih hang out dengan teman2 nya sampai malam. Padahal hari sabtu nya, aku dan dia sudah janjian untuk jogging bersama di ancol. Aku mencoba untuk menghubungin nya berkali2, soalnya waktu yg tersedia hanya antara jam 7-9 saja, karena jam 10 nya dia ada doa untuk misi, dan aku jam 1 nya ada pembapaan juga. Aku sih sempat bertanya kalo sorenya, dia ada urusan / janji lagi atau tidak. Dia sih bilang ada janji lagi.

Dari hasil WA nya, aku tau kl dia pergi nonton dengan M, teman sekantor nya. Tapi minta ijin ke faselnya adalah untuk pertemuan pdk. Disini hati saya menjadi tidak tenang, karen untuk hal kecil saja dia berani berbohong ke fasel nya, juga dia tidak datang doa pada waktu jam 10 itu ternyata, tetapi bilang nya pergi. Selain itu pada waktu sore pun, saya sempat bertanya lagi dimana dia, bilang sih sama teman-teman kantor, padahal kenyataan hanya dengan 1 orang saja.

Saya pun masih mengikuti chat nya dan sepulang nya pun, mereka masih chat jg. Pada waktu hari minggu nya, kami melakukan sama2 mengikuti PDK, ibadah dan SPK juga bersama2. Pada waktu pulang sih, aku ada sempat mengajak dia untuk pergi makan, tetapi dia menolak dan malah ingin pulang aja. Tetapi untung ada C, dan dia mengajak kita untuk pergi, sekaligus membicarakan soal rencana liburan pada lebaran nanti.

Namun, dari wa nya, selama hari minggu seharian itu, ternyata dia masih chat terus dengan M, bahkan sampai larut malam chat mereka berlanjut terus jg. Dan ternyata dia pernah suka sama T jg, walau tidak dilanjutkan. Dari percakapan dengan M, bahkan F ini, mengajak nya untuk latihan gitar / kolaborasi di hari Kamis, dan hari jumat nya diajak untuk ikut memandikan doggy nya jg. Dari situ sih terlihat bahwa F ini meresponi M ini.

Disitu hati saya sungguh menjadi tidak tenang, sempat ingin mengambil langsung tindakan, tapi saya ingat bahwa emosi tidak akan menyelesaikan masalah. Namun hal ini sungguh berkecimuk, sehingga tidur saya pun menjadi tidak tenang. Hampir semalaman saya berdoa dan berbahasa roh, agar hati ini menjadi tenang dan ada damai sejahtera.

Sekitar pukul 4, saya melihat bahwa ibu rohani saya dari gereja sebelum nya online, saya pun mencoba untuk menghubungin dan share dengan nya. Setelah didoakan, dia pun berkata bahwa kl emang sifatnya pembohong sih kurang baik. Oh ya, satu lagi yang sesungguh nya saya pergumulkan, karena dia ini beda suku, saya pernah menanyakan kepada orang tua, dan mamah sih, bilang jangan, cari yang sesuku saja. Namun saya ada mendegar beberapa kotbah jg mengenai pasangan hidup, dan mereka sih bilang beda suku itu tidak apa2, yang penting sudah lahir baru dan terima Tuhan.


Namun, pada waktu itu jg, Roh kudus berbicara lembut agar saya bicara mengenai kebohongan dan agar dia mau bertobat, bahkan disebutkan, bila dia mau mengaku dan bertobat, ya saya masih boleh lanjut, namun bila tidak maka di stop saja. Karena itu kondisi masih subuh, maka saya pun berdoa agar diberi kekuatan dan hikmat untuk menyampaikannya.

Saya bersyukur sekitar pukul 6 pagi, saya coba sampaikan, mengenai apa dia ada berbohong beberapa hari ini. Dia sih mengakui kalo dia ada berbohong, dan bahkan sudah mengaku dan mau bertobat pada kompak dan pembina nya juga. Saya bersyukur dia merespon dengan baik, walau kebohongan yg dimaksud agak beda sih, tapi setidaknya dia masih mau bertobat, sehingga hati saya saat ini sudah menjadi lebih tenang. Demikian share untuk reminder hari ini.